Senin, 02 September 2013

Kisah Yang Salah





Semalam aku dikejutkan oleh sebuah panggialan masuk dari nomor yang tak dikenal. Semula ku acuhkan tapi akhirnya ia mengirimkan pesan singkat dan memperkenalkan dirinya. Hal pertama yang membuat aku terkejut adalah ia memperkenalkan diri sebagai seorang pria yang meminta tolong padaku untuk membantunya menyelesaikan masalah dalam keluarganya. Aku ingin menolak,tapi akhirnya aku menanggapi karena permohonannya terdengar sedikit memelas. Perselingkuhan. Itu yang ku dengar dari nada-nadanya. Hal yang kedua yang membuat aku terkejut adalah ia suami dari rekan kerjaku di tempat terdahulu. Aku shock,karena aku tau dia. Wanita santun dan soleha seperti dia rasa-rasanya tidak bisa masuk diakal akan menghianati suami dan putra semata wayangnya.  Tapi mendengar pernyataan dari sang suami,aku cukup dengan kekagetan itu dan mencoba untuk menjadi penengah dan mulai membela sang istri meski aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Namun semakin aku membela,semakin terkuak bukti-bukti yang menyudutkan sang istri. Aku menghela nafas panjang,diam dan menjadi pendengar yang baik. Hanya untuk menenangkannya, emosinya meledak-ledak akibat memendam selama hampir setahun lamanya. Sang suami mencoba menyelesaikan masalah dengan sang istri dan selingkuhannya. Titik terang terlihat,tapi toch akhirnya terulang kembali. Ada rasa sakit yang luar biasa yang terpancar dari emosinya. Wanita yang menemaninya selama ini,suka-duka,dan yang selalu tidur disampingnya. Tapi hatinya tidak utuh lagi untuknya. Aku terhenyak. Begitukah rasanya terhianati. Dunia ini rasanya kelam. Tak terbentuk dan hancur berkeping-keping. Namun ia masih berharap untuk bisa memulihkan keadaan itu demi putra semata wayang mereka yang beberapa tahun lebih muda dari aku.
Ohhh Tuhan, baru kali ini aku melihat secara nyata bagaimana perselingkuhan itu terjadi dengan rapi dan sangat professional. Sampai tak tercium oleh public. Lucunya pasangan selingkuhan ini adalah rekan kerjaku dan saling berkaitan satu sama lain disetiap harinya. Benar-benar tak dapat dipercaya. Semula ada kekaguman pada sesosoknya. Wanita yang sopan dan selalu bersyuur dengan keadaan suaminya apapun itu. Tapi ternyata di hatinya ada kejanggalan. Inikah yang disebut dengan puber ke dua??? Entahlah. Yang pasti aku belum mampu untuk membantunya menyelesaikan permasalahan mereka. Aku hanya bisa meringankan hati sang suami dengan menjadi pendengar. Tidak lebih.

Hal ini mengingatkanku pada seorang teman wanita lainnya. Saat ini ia sedang dirundung kegalauan yang terjadi pada hatinya,tapi sebenarnya ini bukanlah kegalauan hanya saja keplin-planan. Yang seharusnya tidak menjadi masalah,tapi ia menjadikannya sebagi masalah yang akhirnya membuat ia binggung. Satu sisi ia seakan telah memiliki belahan hatinya dan sudah bersama hingga 3,5 tahun lamanya. Kehidupan pacaran mereka sama seperti yang lainnya. Susah-senang, berpedaan pendapat dan bertengkaran kecil yang menghantam hubungan mereka itu sudah biasa. 
Tapi disuatu saat, ia bertemu kembali pria yang ia sukai saat di SMA dulu. Mereka bukan kakak kelas,hanya saja pria itu seorang mahasiswa yang sedang mempromosikan bimbel. Tapi sayang,ia tak dapat memiliki. Hanya rasa suka dan hilang. Meski sempat untuk berkomunikasi,namun si gadis SMA akhirnya hanya diam dan melupakan si Mahasiswa itu.Sampai akhirnya mereka bertemu lagi di social media. Menjalin hubungan baik dan semakin akrab pula. Bersamaan dengan itu,si Mahasiswa yang kini sudah menjadi seorang pegawai di sebuah kantor pemerintahan. Yang menjadi kebetulan adalah mahasiswa itu masih single tanpa kekasih. Mereka berduapun kian akrab dan yang menjadikannya masalah adalah mereka saling menyukai. Disinilah yang menjadikan hidup itu penuh tantangan dan dilematika. Lalu bagaimana dengan kekasih yang telah dijalin selama 3,5 tahun itu? Apakah akan ditinggalkannya demi sang mahasiswa dan cinta lama yang ingin ia lampiaskan atau ia tetap dengan sang kekasih dan diam-diam pula menjalin hubungan dengan si Mahasiswa. Hanya untuk merasakan cinta yang tak pernah ia raih selama ini. Entahlah… 

Andaikan saja ia tahu bagaimana sakitnya bila sang kekasih mengetahui bahwa ternyata cintanya tak utuh lagi. Tapia pa si wanita bisa merasakannya? Terlebih ia sedang bahagia dengan si Mahasiswa dan cinta sesaat itu,meski tak ada yang tahu bagaimana akhirnya. Mahasiswa yang memiliki nama bermakna ‘pria yang senang berperang dalam bahasa latin itu,toch akhirnya bisa berperang meluluhkan hati si wanita.
Aku juga bukan wanita yang sempurna, dan tak bisa menilai satu salah dan yang lain benar. Rumput tetangga memang lebih hijau, meski aku menyadari hal itu namun disuatu kondisi yang lain aku pun tak dapat berfikir sevara rasional. Hanya menuruti kemauan hasrat tanpa berfikir panjang akan dampaknya. Hanya ada sebuah penyesalan yang akan datang diakhir.

Mungkin kah ini sepenggal kisah yang salah dalam kehidupan nyata???


Love Ochi
A.Yani Utara Kendedes21  290813 09.36wita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar